The Train Journey..
Seorang pria yang agak lusuh namun bersih memasuki stasiun sambil membawa gitar di tangan kanannya. Ia sudah biasa terlihat di stasiun ini untuk mengamen. Dan hari ini, terlihat ia memakai kaos berwarna biru, celana berwarna hitam, dan juga sendal jepit.
Tidak seperti biasanya, hari ini stasiun agak sepi karena orang-orang sedang libur kerja. Namun kereta bisnis yang biasa ditumpangi oleh orang-orang yang baru pulang kerja tetap melaju di jadwal yang sama setiap harinya. Beberapa saat kemudian, kereta yang ditunggupun datang. Para penumpangpun memasuki kereta yang telah mereka tunggu itu.
Pengamen itupun juga masuk kedalam kereta. Ia menginjakkan kakinya di gerbong depan kereta tersebut lalu memperkenalkan dirinya untuk mengamen. Beberapa penumpang telah mengenalnya karena wajahnya memang sudah familiar di kereta ini. Disana, ia bukannya mengamen malah mengobrol dengan beberapa penumpang di kereta itu. Entah bagaimana ceritanya, mereka mengobrol mengenai anime dan komik sambil menunggu kereta jalan.
“Kalau aku sih sukanya ama detective conan, naruto, cerita di majalah komik nakayoshi dll. Kebanyakan cerita romance.” Cerita Mirza, salah satu penumpang kereta itu.
“Kalau saia sih sukanya detektif conan dan dragon ball aja,” balas si pengamen
“Hidup captain tsubasa!” sahut Samsth7
Dan si pengamen itu dengan tetap tersenyum mendengar cerita dari para penumpang pencinta anime dan komik tersebut. Malah terkadang, ia juga seru sendiri bercerita mengenai anime dan komik yang ia sukai.
Tiba-tiba saja, pembicaraan mereka berpindah topik menjadi tentang game yang hubungannya tidak terlalu jauh dari anime dan komik.
“Oh begitu, abis dari tadi yg diomongin anime komik manga kartun jgn2 bentar lagi malah nyasar ke game,, eh boleh juga tuh.. apakah di sini pada suka maen game? Kalau saya jujur kagak suka yg namanya sega nintendo, ps atau apalah itu yg pake musuh2an, kayaknya kalo ketembak rasanya gimana gituh... maen super mario (jadul bgt yak ihihhi) aja cuma sampe tempat 2 itupun dengan susah payah. tapi saya jadi suka sama cs, baru liat2 aja si di tipi soalnya waktu itu adek saya nonton kan dia emang suka game.” Kata Marlinang yang memulai pembicaraan mengenai game.
“Saia suka game juga. Tapi ga semua jenis game. Saia suka PS apalagi yang namanya WE. Ahak...hak...hak... FM juga. NFS Most Wanted apalagi! Eh, Conquerous juga suka, secara jadul juga. Ahak...hak...ahak...” cerita si pengamen
“Waduh2... aq suka anime dan manga, tp ga suka game.. hehehe... kl game, cm suka game di NDS yang cooking mama n taiko... hohoho...” sambung Keshia yang duduk disebelah Mirza.
Dan beberapa saat kemudian, kereta pun mulai berjalan.
“Saia pamit dulu yak, mau jalan ke gerbong-gerbong lain,” kata si pengamen sambil bangkit dari duduknya. Namun beberapa penumpang yang tadi mengobrol dengannya, tetap mengikutinya berjalan ke gerbong kereta selanjutnya.
Di gerbong kedua, Di gerbong ini, sang pengamen terus mengobrol dengan seorang anak kecil berumur 13 tahun yang tadi di kenalnya sejak masuk ke gerbong satu. Apa saja mereka obrolkan sampai saling menggoda.
Kemudian, mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku kalau ia adalah mantan dari Alicia Keys. Ia sedang menyanyikan lagu No One nya Alicia Keys sambil menatap keluar jendela kereta.
“Ei, kenalan donk!” kata Mirza sambil menyenggol orang itu
“Rijon, 17 tahun.” Jawabnya dengan tampang cool.
“17 tahun, ga salah? Saya pikir sudah om-om.” Sahut Keshia sambil menutup mulutnya, terperanjat kaget.
Samsth7 pun menyahut membuat analisis disambung oleh si pengamen yang memang bercita-cita menjadi detektif tapi tidak kesampaian.
“Enak saja! Saya masih 17 tahun!” kata Rijon keukeuh.
Setelah berdebat sekian panjang, tetap tidak ada yang percaya pada Rijon. Rijonpun melanjutkan menyanyi sendirian.
Sementara itu, muncul seorang pendatang baru yang bernama Eternal_Snow. Disisi lain ada Arsenal_Mania yang numpang ngamuk. (Makin tidak jelas saja..)
Dan kemudian, muncul radio dari Samsth7 di gerbong ke tiga.
“Masih di 100.2 Kemudian FM, dan masih bareng DJ Sammy yang bakal nemenin kamu ampe jam 5 nanti... Dan buat kamu yang mau request, silahken sms ke nomor 081396118xxx/ 085297233xxx. Yang merasa punya tuh mohon melapor ya, tadi kececer di parkiran... ahak-hak-hak.. Ok, satu single buat kamu dari Alm. Chrisye, Lirih..
Kini tlah kusadari
Dirimu tlah jauh dari sisi
Ku tau tak mungkin kembali kuraih
Semua hanya mimpi
Bla.. bla.. bla…” kata DJ Sammy sampai lagu yang ia nyanyikan selesai. “Ayo ada yang mau request atau kirim salam?”
“Saia Sammy! Saia mo request lagu Aku Ngga Biasa. Tapi, nyang nyanyi kamu yak! ahak...hak...hak... Salam buat bapak, mamak, abang, amang boru, namboru, tulang, nantulang, tulang kering, tulang tengkorak, tulang betis, tulanggang... semoga baek2 semua di Sianttar.. ahak...hak...hak...” sahut si pengamen sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi takut tidak kebagian request.
“Sam, aku request lagu dari mantan aku yak, Fighter dari Chrsitina Aguilera.” Sambung Rijon. Wew, ternyata mantannya Rijon ada banyak juga, yah?
“numpang tanya... Toilet adanya dimana?” tanya seseorang pria bernama Addang_13 yang tiba-tiba lewat.
“Disana,” jawab Eternal_Snow sambil menunjuk ke ujung gerbong
Para penumpangpun semakin akrab ditambah dengan pengamen yang suaranya mirip dengan Duta Sheila on 7 itu, semakin lengkap lah keramaian di gerbong kereta tersebut.
Setiap pengamen itu berpindah gerbong, tetap saja ada orang-orang yang mengikutinya karena mereka merasa nyaman mengobrol, curhat, bercanda, berbagi cerita, melawak, berbagi gosip, dan lain sebagainya.
Tak terasa, waktu semakin malam dan kereta tetap melaju. 2 jam lagi kereta akan sampai di tempat perhentian terakhir, namun suasana di gerbong kereta masih tetap ramai.
Mulai dari menyanyi sampai meminta maaf atas kesalahan dari masing-masing pihak.
Lalu, entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja muncul SKS trilogy, juga gosip mengenai Keshia kalong, Keshia yang ngumpet dibawah kolong kalau OL, Keshia yang berebutan sama papanya, macam-macam. (kok jadi ngomongin sendiri?)
Pengamen itu tersenyum melihat suasana di hadapannya. Berbagai macam orang mau mengobrol sama dia, menghormatinya, bahkan sudah terasa seperti keluarga.
Tapi ia harus turun di perhentian berikutnya.
“Teman-teman, saya harus turun di pemberhentian berikutnya,” kata si pengamen dan hal ini membuat teman-temannya terdiam mendadak
“Tapi, kalau kamu turun, gerbong ini akan sepi,” sahut Om Dikna Da Masta
Pengamen itu tersenyum tipis. “Saya akan merindukan kalian,”
Dan beberapa saat kemudian, pengamen itupun melangkahkan kakinya keluar dari gerbong dengan langkah berat setelah kereta berhenti sementara dan akan melanjutkan perjalanannya.
Namun tiba-tiba, ada sebuah perasaan di dadanya yang bergejolak. Saat kereta sudah hendak berangkat pengamen itu menengok ke gerbong kereta dan terlihat teman-temannya memperhatikannya dari jendela.
Kemudian kereta pun bergerak lambat dan semakin cepat. Saat itu juga, pengamen itu mengejar kereta dan melompat memasukki pintu gerbong sambil meneteskan air mata. Ia teringat bagaimana situasi dan keadaannya sejak masuk kereta ini.
“Saia udah ngerasa dekat dengan kalian semua. Saia minta maaf karena saia sempat mau turun dari kereta. Ntah kenapa, Om De kirim saia private message lewat kedipan matanya dan bilang tentang perasaan kangen ngobrol2 disini. Saia ngerasa bersalah karena egois dan menganggap perjalanan ini udah usang dan gak perlu lagi.
Tapi, saia gak isa pungkiri kalau ternyata perjalanan ini udah jadi sesuatu yang lebih dari sekedar perjalanan biasa. Saat semua teman mengobrol disini dalam segala kondisi hati menjadikan ini penuh emosi, gelak tawa, kekesalan, pelampiasan kesibukan dan sebagainya, saia berpikir sudah saatnya mengakhiri. Tapi, saia emang aneh. Saia udah mau akhiri sendiri tapi tiba-tiba kangen lagi sama kalian.
Rijon, Arsenal Mania, Wie, Marlinang, Eter, Olief, OmDe, Keshia, Sammy dan saia juga. Saia kangen sama kalian. Secara sadar ato gak sadar, kalian jadi keluarga saia. Keluarga kalong saia. Huuaaa... aku rindu sama kalian semua... Rindu banget. Maapin saiaa...” kata pengemis itu yang disambut oleh riuh nya tepukkan tangan teman lainnya bahkan ada yang menangis terharu pula.
Keshia, Olief, bahkan pengemis itu sendiri menangis terharu saat itu juga. Dan beberapa orang lain merasa lega saat melihat pengamen itu kembali.
“Ngomong-ngomong, kami belum tahu namamu. Siapa namamu?” tanya Wie sambil merangkul pundak pengamen itu
“Kenalin saia Shinichi dari Medan. Moderator kemudian.com, loh!” jawab pengamen itu sambil tertawa bahagia
“Iya kita udah tau!!!!” sahut semuanya pada laki-laki yang senang main PS itu. Yah… kami semua menganggap Shinichi adalah orang yang unik, lucu, spesial di hati kami. Karena dia lah, kami semua bisa jadi dekat bahkan sudah seperti keluarga.
“Shinichi, sekarang tanggal 12 Desember… Happy Birthday, ya!” kata Keshia sambil menjabat tangan Shinichi di sambung pelukan dari Om Amri untuk Shinichi.
“Semoga hidupmu selalu bahagia, baik, dan Tuhan selalu menyertaimu…”
“Amin…”
Catatan penulisan :
mohon maaf bagi orang-orang yang namanya disebutkan dalam crita ini tanpa meminta ijin terlebih dahulu…
Maaf juga kalau ceritanya kurang bagus karena nulis nya di kejar deadline…
Hahaha…
Terima kasih buad semuanya….
ahak...hak...hak...
ReplyDeletepantas kamu repot karena forum jadi berantakan
hihihi
thanks banget, keselup
kamu cerdik menggunakan apa yg ada
saluuutttt