Saturday, December 13, 2008

NUMPANG OOT!!!!!!!!

PERHATIAN! cerita ini mengandung unsur sadisme, nepotisme dan psikisme (tapi boong) hehehe..... sebelumnya minta maap yah... gara-gara virus jadi telat.... heheehe... peace ^^V




Pada suatu hari, di sebuah ruangan yang tak diketahui ruangan apa (maksudnya?) Tampak seorang pria yang cakep nggak jelekpun nggak (hehehehe.... peace om ^^V) yah... dialah ichi-chan alias om kudo alias om ichi alias om crist (dipanggil apa cobak?) eh.... Back to topic. Pria itu sedang menyeruput kopi dengan saaaaaantaaaaaiiiiiiii........


5 menit kemudian


4jam kemudian......


10 hari kemudian....


14 tahun kemudian.....


dan pria itupun tua dimakan oleh waktu


TAMAT ^^


DIBALIK LAYAR



" Wooooooooooooiiii!!!! MIrzaaaaaa!!!!! kamu mau apain saia disini sampe
5 menit, 4jam, 10 hari,14 tahun disini!!!!!!! kaki saia lumutan tauuuuukkkkk!!!!!" Pria itu marah-marah menjitak kepala sang penulis.


" Maaa.... maap ommmmm.... hehehe.... iseng doang!!!!! sowry yap! sini deh om... saya buat om jadii artis terkenal kayak impian om" Penulis nyengir.


*******KESALAHAN TEKNIS.... KEMBALI KE 5 menit, 4jam, 10 hari,14 tahun YANG LALU**********


Di salah satu sudut kota kemudian. Tampak seorang artis terkenal yang sebenarnya cakep nggak jelekpun nggak. Sedang bersiap-siap memainkan film terbarunya. Yang akan membawanya menjadi superstar terkenal. Ya iyalah secara jadi peran utama gityu looooooohhhhh.


Marilah kita lihat acting terhebat dari om Crisht


Action!!!!!!


Masyarakat sekampung menggebuki Om Crist sampai babak belur!!! Ohhhh.... ternyata judul filmnya adalah 'TOBAT SANG PERAMPOK SETELAH DIGEBUKI' masya oloh..... sadisssss...... ( kepala sang penulis dijitak kak wie T_T)



DIBALIK LAYAR

" Woooooooooooiiiiii Mirza!!!!!!!! mau kamu apaan siy sampai buat saia babak belur kayak gini! Sakit tauk!!!!" Om Crhis mendrampat penulis habis-habisan


" Sowry menyori Om..... cman cerpen k0k!!! lagipula aku mau OOT dari tema ultah om.. hehehe.... Mirza gitu loh..." Penulis narsis tak penting.


Om Cris naik hitam. Eh naik pitam! Om Cris menggebuki penulis. Lapor Kak Setooooooooooooooooo.....!!!!!!


" Peace ommmmmm!!!!! Yah... Mirza ngucapin met ultah ma om!! moga-moga makin ganteng, makin keren, makin terkenal, makin pintar nulissss, dan kalo ditanya ama Mirza dajawab ya om.... jangan diem atau ketawa doanggg... Mirza kan bingung.... met ultah buat om yang ke 17. Perasaan tahun lalu 17 kok sekarang 17 siy om? perlu diselidiki niy ommmm..... Pokoknya met ultah dehhhhh.... Sowry dah digebukin massa... hehehehe....."



Happy Birthday Orkut Comments
Happy Birthday Comments





catatan penulisan : maap yak kalau ga ngerti...... ceritanya kubuat di warnet siy gara-gara laptop kena virus ampe rusak! Sadisssssssss huehuehuehue...... Mana tadi ujian!!!!! huehuehue

Friday, December 12, 2008

Jejak Kejutan Ultah Shinichi

Mandi di pagi di musim hujan membuat tubuhku membeku, sekaligus membuat jantungku berhenti berdebar, sensasi yang kucari-cari sepanjang tahun dan hanya bisa kutemukan di pagi berhujan. Sesuatu yang kusukai. Di sepanjang hariku, hanya ada musik dan biru, warna laut dan warna langit. Plip. Kupasang headset di telingaku, kudengarkan lagu-lagu kesukaanku. Di mataku membayang sosok seorang gadis. Dewi Pujangga, begitu namanya. Nama yang cantik, seperti cara melekatnya dia di ingatanku. Apapun tentangnya, selalu saja bisa dengan mudahnya membasuh luka hatiku. Termasuk pagi ini. Termasuk tiap harinya yang kulalui bersamanya.

Aku tidak menyangka akan menemukan sebuah rumah, sebuah dunia, yang maya, namun sekaligus rumah yang membuatku merasa dekat. Dia, sang dewi, memberiku kejutannya di rumah itu. Di mana orang-orang berkumpul, menulis kisah yang indah, dan membuatku mengulas senyum. Dia memberiku kejutan, bahwa ada seseorang yang bisa kucintai di luar sana, selain diriku sendiri. Cinta yang tulus dan murni. Yang membuatku mabuk kepayang selama beberapa waktu.

12 Desember 2008

Tapi hari ini berbeda. Seharusnya, ada sesuatu yang membuatku bahagia. Bukankah seharusnya ada kejutan? Karena hari ini umurku bertambah satu? Happy Birthday to Me, hanya itu yang ada di hatiku. Tak ada satupun kata “ulang tahun” terpampang, walau hanya sekilas. Ada apa dengan rumahku kini? Kenapa demikian sepinya di hari istimewaku ini? Ke mana mereka? Oke, kuanggap saja mereka sedang menyiapkan kejutan. Mungkin nanti malam akan ada sesuatu yang besar. Pasti.

Tapi siapa aku sampai berbangga hati begini? Sesuatu yang besar? Meriah? Ucapan selamat? Siapa aku? Buktinya sampai kini, tidak ada satupun dari mereka yang tergerak hatinya mengucapkan selamat, tidak ada satupun yang kecele untuk menyelinap mengaku padaku bahwa di balik semua ini ada sebuah kejutan besar untukku?

Ah, aku bodoh! Pasti ada kejutan! Puisi-puisi Takiyo untuk Dewiku, pasti ada sesuatu di balik semua ini. Akal-akalan anak-anak itu. Pasti. Semuanya menjadi aneh belakangan ini. Puisi-puisi cinta dari Takiyo untuk Dewi, Kavellania yang makin hari curhatnya makin aneh; marah-marah karena Takiyo menyatakan cinta pada gadis lain, dan ini.. hari ini.. semuanya makin jelas. Tapi ada apa di balik semua ini?

Apa rangkuman pertanyaannya mirip-mirip seperti itu?

Baiklah. Begini kira-kiranya, Saudara Shinichi. Untuk lebih jelasnya, kronologis acaranya saya rangkum sbb. :

Beberapa hari (tepatnya tanggal : 26 November 2008) sebelum ultahmu, Saudari Dewi Pujangga aka. Kekasih hatimu, mengirim PM pada saya :
Dengan tujuan utama sbb. :

dewi_poejangga : mau berkomplot ga???

Hah? Berkomplot apa?

dewi_poejangga : undangan cf buat yg ngerasa anggota 4 miss hepi
dewi_poejangga: jam 2 siang
dewi_poejangga: tengdewi_poejangga: ga pake telat
dewi_poejangga: awas kalo telat

Apa-apaan???

dewi_poejangga (11/26/2008 1:25:35 PM): ini mau ngebahas misi terbesar sepanjang karir keartisanku
dewi_poejangga (11/26/2008 1:25:40 PM): ga boleh di undur
dewi_poejangga (11/26/2008 1:25:44 PM): titik

Kyaaaa!????!!!

Jadilah siang itu diadakan sidang antara gadis-gadis kesepian *ahahaha*, tentang karir keartisan Saudari Dewi Pujangga :

MEMBUAT KEJUTAN ULANG TAHUN UNTUK KEKASIH TERCINTA.

Aiiih??? Romantis sekali!?!?!

Demikianlah. Berhari-hari kemudian, makin banyak saja sidang-sidang yang diadakan olehnya, a.l. :

Tertanggal :
5 Desember 2008, 10 Desember 2008, dan banyak bukti lainnya yang tak sempat saya rangkum di sini.

Beserta beragam personal messages yang berisi ide-ide licik dari para sahabat Saudara Shinichi Kudo a.l. chat pribadi dengan Saudara Amri, Saudari Cassle, Saudari Pikanisa, dan banyak lagi.

Banyak pihak telah berjasa untuk menghadirkan blog ini. Takiyo yang bersemangat membuat blog ini disertai dukungan moril dari teman-teman kemudianers.
Dan posts dengan data sebagai berikut :
1. Panah Hujan
2. Olief
3. Keshia
4. Andin
5. Kavellania
6. Benz
7. Wafi
8. Gita Pratama
9. Astrid
10. Anotags
11. Ophelia
12. Elyaza
13. Dadun
14. Eternal Snow
15. 51-374
16. Bamby Cahyadi
17. samsth7
18. Ellen
19. Cassle
20. Arsenal Mania
21. Onik
22. Anotags
23. Echanalukman
24. Orang Gilak
25. Cupcake
26. Radysha alias Naning
27. Whieldy Mirza
28. Takiyo (again?)
29. Marlinang
30. someonefromthesky
31. cintafitri
32. vyed
33. kiki
34. just hammam
35. belongs2et
i36. panah hujan (hahahaha!)
37. _aR_
38. kuanalisa sebagai : Dino Umahuk (?)
39. super_x (kompor)

Banyak terjadi posts dobel, ya? Saking cintanya, kurasa.

Terakhir kali saya lihat, Bang Amri sedang susah payah membuat shoutmix padahal dia sedang online melalui hape, dan post yang sampai berjumlah 50 biji!

Dan yah, begitulah laporan dari lapangan. Di sini saya melaporkan, sementara mereka masih sibuk rojer-ganti-rojer-ganti sesama panitia.

Salam,
Panah Hujan
Liputan Dua Belas Desember Dua Ribu Delapan21:07:12 WITA

Yakinlah... (Lagu spesial buat Christian)

YAKINLAH...


Sedetik yang lalu, t'lah menjadi kenangan
untuk dapat kita hargai dengan sebuah harapan,
untuk masa depan

Dan kini, engkau berdiri di sini
untuk dapat mewujudkan segala keinginan
yang telah tertanam

**** Jangan ada kata berhenti,
sebelum engkau kepakkan sayap yang perlahan tumbuh ****

REFF ---
Biarlah hujan turun.
Biarlah petir menyambar.
Bertahan hingga saatnya tiba.
Kau akan terbang menembus awan.
....... Dan yakinkan engkau mampu

----------- Interlude -------------

REFF -2x-

....... Dan yakinlah engkau akan
....... Dan yakinkan engkau bisa

Jum'at, 12 Desember 2008, 10.42
Oleh : Amri Hidayat

Kenalkan Saia Dong

Kenalkan Saia Dong

Hari ini seorang anak cowok berusia 12 tahun bersenandung dengan cemas dan gelisah dalam hati ketika memasuki kelas barunya pada salah satu SD Kemudian, salah satu SD ternama di kota Web. Ia pindahan dari kota sebelah karena ayahnya pindah tugas ke daerah itu.


Terbalik batas saat pandang memandang seluas

Meramal jalan di likunya

Meraba curam di tebingnya

(Shinichi, tret perkenalan)


Berkali-kali ia ulang dalam hati. Kecemasan yang biasa terjadi ketika seseorang memasuki lingkungan baru.

“ Perkenalkan nama saia Christ, umur 12 tahun, semoga kita dapat menjadi teman “

Christ memperkenalkan dirinya dengan cukup tegas, karena ia cowok dan ia rasa seorang cowok tidak boleh berlebay-lebay ria.

Anak-anak cukup antusias dengan kedatangan Christ, mereka bergantian bertanya kepada Christ akan kesukaannya, hobinya, cita-citanya dan lain-lain hingga Ibu Guru yang sedari tadi tersenyum memperhatikan terpaksa menghentikan keriuhan anak-anak untuk pelajaran selanjutnya.

Istirahat tiba, beberapa anak mengerumuni Christ. Seorang cewek kecil berkacamata bersendandung


sekali mendekat kita terikat

dalam surat-surat yang tersirat

maka kemarilah bersama

agar bahagia terasa

(olief, tret kenalkan saia)


lalu berkata “ Mulai sekarang Christ sudah jadi teman kami, maka silakan kita saling berbagi agar bahagia “. Cewek itu tersenyum.

Christ tersenyum, anak-anak yang lain tersenyum. Kemudian secara tidak teratur anak-anak berebut ngobrol dengan Christ, ada yang membahas apakah Christ suka manga, suka game atau sepak bola. Rupanya Christ cukup digemari teman-temannya, ehm, apakah karena tampang imutnya (kekekeke..., penulis tertawa) atau auranya yang sudah terpancar kalau dia bakal jadi seorang pengacau yang ramah (hahaha...penulis kembali tertawa).

Sudah hampir satu bulan Christ tinggal di lingkungan barunya. Ia sudah dapat beradaptasi dengan sekitarnya, teman-temannya banyak. Christ seringkali menjadi tempat curhat yang lainnya, sehingga ia tanpa sadar telah sedikit banyak mengetahui sifat-sifat dan permasalahan sebagian teman-temannya. Tercipta dibenak Christ sebuah senandung tentang ini,


Jangan tanya apa sebab hati tak melihat

Mengupas kulit terluarnya

Mencari manis di dagingnya

(Shinichi, tret kenalkan saia)


Suatu hari Keshia, cewek cantik berambut panjang teman Christ sakit dan berberapa hari tidak masuk sekolah, menurut kabar Keshia masuk rumah sakit karena sakit tipus. Beberapa hari kemudian Christ beserta teman-temannya menengok ke rumah sakit sambil membawa buah-buahan dan roti sebagai adab menengok orang sakit. Sebenarnya Eter, teman sebangku Keshia berniat membawakan catatan pelajarannya untuk mengejar ketinggalan buat Keshia, namun denga sukarela Christ menawarkan diri sebagai pengganti meminjamkan catatannya kepada Keshia. Karena Christ telah menyematkan dalam buku catatannya sebuah senandung untuk Keshia.


Aku dan kau di tepi batas pinggiran

Menyapu salam bersalaman

Jangan tanya kenapa redup sinar rembulan

Malam ini tanpa tawanya

Malam ini tanpa lembutnya

(Shinichi, tret kenalkan saia)


****

Tak terasa sudah hampir satu tahun Christ menjadi bagian dari SD Kemudian. Christ begitu bahagia mempunyai teman-teman disana, banyak cerita yang dapat diukir dan dikisahkan. Christ berharap seterusnya dapat menikmati kebersamaan dengan teman-temannya meskipun kini mereka harus berpisah karena kelulusan. Senandung terakhir Christ ia nyanyikan di acara malam perpisahan.


Kita berada di tali seutas

Mengikat erat simpul penguat

Menjalin jaring-jaring pengingat

dan,

Jangan tanya kapan itu dibuat

Salamsatu

(Shinichi, tret kenalkan saia)


Senandung ini berisi harapan walau sudah lulus, namun tetap masih bisa bersama.


Semarang,11 Oktober 2008====olief====

Christ Sang Momod


Teng teng teng teng …


Dentang jam di ruang keluarga membuatku semakin resah. Sudah pukul 23.00 WIB, menyisakan satu jam sebelum hari baru dimulai. Apa yang harus kulakukan. Semua cara telah aku coba namun tak satu pun yang berhasil. Nol besar. Yang ada hanya membuatku semakin senewen menghadapi ini. Hmmm ... aku menarik nafas dalam sekali lagi. Mencoba untuk tetap tenang dan sabar. Hal yang sangat susah aku lakukan saat panik. Baiklah, mungkin harus aku ulangi dari awal. Berharap usahaku kali ini berhasil. Namun kenyataan berbicara lain. ”Duh, dudul benar diriku.”


Ditemani secangkir cappucinno panas dan sekotak brownies kukus hanya mampu mengganjal perut kosong yang belum terisi sejak tadi sore. Sibuk dengan tugas-tugas kampus dan mempikirkan ini membuatku lupa makan.

Kuraih ponsel yang tergeletak tak jauh dari layar monitor 14’ yang sudah berjam-jam aku pandangi. Mencoba menghubungi beberapa teman. ”Semoga mereka bisa membantu,” pikirku. Namun sekali lagi kenyataan berbicara lain. Sama sepertiku mereka sama tak mengerti.


”Mbak, di tempat aku fine-fine aja kok”

”Coba kamu ulangi lagi dech.” (Dari tadi juga sudah aku lakukan).

atau malah jadi ledekan, ”Kesalahan bukan pada komputer anda melainkan user yang memakainya.” (hahaha garing).


Terpikirkan satu nama, Christ. Hanya dia yang bisa. Hanya dia yang mampu membantuku. Tapi dimana dia sekarang. Dimana dia saat aku membutuhkannya, saat aku memerlukannya. Tuhan, aku mohon hadirkanlah dia sekarang. Ini emergency tingkat tinggi. Harus malam ini.

Tuhan rupanya selalu bermurah hati padaku seperti hari-hari sebelumnya. DIA mendengar pintaku. Saat tangan ini beralih pada icon Yahoo! Messanger yang menjadi sarana kami berkomunikasi ... cihuuii dia online. Aku bersorak dalam hati.


radysha_aja: alow kudo

Shinichi Kudo: alloww, mbak

Shinichi Kudo: J

Shinichi Kudo: ada yg isa saia bantu

radysha_aja: hehehe

radysha_aja: apa yaaa

radysha_aja: nasi goreng satu enak nich

Shinichi Kudo: J

radysha_aja: kidding J

Shinichi Kudo: gak ada nasi gorengna


Setelah berbasa-basi langsung saja aku mengeluh padanya. Bla – bla – bla, mulai bawel menceritakan apa yang sedang aku hadapi. Apa yang membuat kesabaranku sampai pada titik terendah. Sejak kemudian.com - situs penulis dengan slogan menulis, membaca, mengapresiasi tempat aku bergabung satu semester ini – berevolusi beberapa minggu lalu, membuat aku jadi banyak bingung.

Sebenarnya malam ini aku ingin memposting cerita yang akan menjadi hadiah ulang tahun untuk seseorang. Rame-rame bikin kumcer dengan member lain. Namun saat aku klik ”submit” aku tak menemukan kotak kosong dimana aku dapat mengetik ceritaku. Sudah aku coba berkali-kali tetap saja gagal, panik jadinya.


Christ, cowo asal medan dengan tawa khasnya ... ahak...hak....hak.... Christ si Shinichi Kudo tempat kami bertanya dan berkeluh tentang situs ini selain pada mimin alias admin. Dia yang selalu memberikan saran untuk menyelesaikan laporan error yang dihadapi tiap member. Menjawab pertanyaan ini dan itu seputar k.com. Christ sang momod.


Christ dengan sabar memanduku dari seberang. Mengarah apa yang mesti aku lakukan. Dan dalam hitungan menit itu berhasil.


radysha_aja: berhasil

radysha_aja: bentar ya kudo

radysha_aja: aku post cerita dulu

radysha_aja: deadline

radysha_aja: J

Shinichi Kudo: ok

Shinichi Kudo: J


Tak berapa lama langsung aku submit ceritaku (entahlah apa itu bisa disebut cerita). Cerita yang tak lain memang untuk dia, Christ Sang Momod. Beruntung ada momod yang selalu mau membantu, thank you Kudo.


”Selamat ulang tahun Kudo, semoga panjang umur, wish you all the best.”

3x 100 Kata Untuk Ultah Sinichi

3x 100 Kata Untuk Ultah Sinichi

09 Desember 2008

14:11


100 Kata (1)


Aahhh... seratus kata untuk Sinichi yang narsis itu. Males banget benernya, tapi karena dia sudah bersusah-susah memperbaiki situs tercinta ini, bolehlah... hehehehe.

Sebut saja ini versi “Chris”-nya Sinichi dalam versi 100 kata, episode Ulang Tahun.

Chris sedang mandi saat telefon jinjingnya berbunyi nyaring sekali. Sampai tetangga kos yang pernah nyatain cinta bersyukur berkali-kali karena bunyi telefon jinjingnya sangat memalukan.

“Met Ultah”

- Wie-

Dah begitu doang isi sms yang masuk. Chris yang mencoba narsis benar-benar sebal karena sms yang ditunggu-tunggunya cuma segitu doang. Dia pun tidak berminat melanjutkan mandi.

Ending:

Tenang Sinichi, ini tambahan untuk ucapan yang pendek itu hehehehe...


100 Kata (2)


Chris sedang mandi saat telefon jinjingnya menyalak kencang. Tetangga kos yang pernah nyatain cinta dan ditolak sama dia bersyukur berkali-kali karena bunyi telefon itu sangat menggelikan.

“Met Ultah”

-Wie-

Begitu bunyi sms yang masuk. Chris kesal sekali karena sms yang dinantikannya ternyata hanya begitu doang. Bahkan, dia khusus mandi hari ini karena berharap nanti saat balas sms dia bisa bilang, “Aku udah mandi lho”. Sia-sia dia mandi dan akhirnya dia memutuskan tidak melanjutkan mandi.

Chris membuka laptop dan membuka situs yang dia moderatori, kristal bening mengalir deras dari matanya saat dia melihat dan membaca postingan ini.

“Selamat Ulang Tahun Shinichi”


100 Kata (3)


Wie yang bersiap-siap mandi menyempatkan diri mengirim ucapan selamat ulang tahun untuk Chris. Karena malu belum mandi Wie hanya mengirim sms pendek. Biasanya sms-smsnya agak panjang karena memberi kabar kalau dia sudah mandi.

“Met Ultah”

-Wie-

Begitu bunyi sms-nya. Wie akhirnya mandi agar dia bisa mengirim sms yang lebih panjang memberitahu kalau dia sudah mandi.

Wie berfikir selama dia mandi, duh... pasti Chris marah hanya di-sms pendek begitu. Tapi gapapa ah, kan sudah banyak yang bersedia bikin cerita untuk ulang tahunnya.

Wie selesai mandi dan membuka situs kesayangannya. Kemudian marah-marah saat membaca postingan yang menyebalkan ini.

Jangan marah Wie.... Hehehehehe

INSPIRASI

Setiap pagi saya selalu memperhatikannya dari sudut jendela kamar saya, sambil menikmati secangkir kopi hangat bahkan sebelum saya melakukan aktivitas apapun. Tidak ada alasan khusus kenapa saya lakukan ini setiap pagi belakangan ini. Bangun tidur, membuat secangkir kopi, memandang jam dan melangkah menuju jendela kamar saya dan menunggunya datang.

Semuanya berasal dari hari itu. Saat saya terbangun terhuyung-huyung pagi itu karena jam tidur yang kurang semalam. Saya mendekati cermin dan menghela nafas mendapatkan lingkaran hitam itu menghiasi mata saya yang lembek kemerahan. Saya menyalahkan diri saya. Saya membutuhkan kejernihan pikiran saya. Apa yang terjadi dengan diri saya sehingga saya harus menderita seperti ini?

Adik saya bilang itu adalah gejala “writer’s block”, saat dimana kepala tiba-tiba menjadi kosong dan buntu, saat inspirasi tiba-tiba menghilang dan enggan hadir di dalamnya. Saya terhenyak. Kenapa saya harus mengalaminya? Kata mereka saya jenius. Saya selalu mendapatkan ide mengalir bagai air bah dalam pikiran saya. Terkadang saya harus berteriak berhenti karena kewalahan menuliskan arus-arus ide itu melalui tangan saya yang hanya terbatas dua. Maka ketika mendapatkan saluran itu mampat, saya hanya bisa mengeluh frustasi, kok bisa?

Saya punya tenggat waktu yang harus segera dipenuhi. Saya punya orang-orang yang harus dihadapi. Saya harus menulis sesegera mungkin. Saya membutuhkan inspirasi. Tapi apa yang bisa saya tulis?

Tulis tentang orang-orang yang kaucintai, saran adik saya.

Para pembaca itu bahkan sudah tahu siapa dan bagaimana mereka, jawab saya.

Tulis tentang hal-hal yang kausukai, benda-benda kesayanganmu atau yang ada di ruanganmu.

Aku sudah kehabisan kata menggambarkan mereka.

Tulis tentang negara ini, kebobrokan pemerintah, masalah-masalah sosial dan semacamnya.

Aku tidak mau ikut frustasi di dalamnya, jawab saya.

Kalau begitu lihatlah keluar. Temukan apa yang bisa kau lihat di sana.

Maka saya melakukan saran itu. Tanpa menghiraukan kepala yang berdenyut-denyut saya meraih gelas kopi saya dan melangkah ke sudut jendela. Saya melihat keluar. Saya memperhatikan sekeliling. Saya terkejut melihat warna-warni pagi. Hiruk pikuk orang-orang itu, keindahan nuansa, keanekaragaman aktivitas dan ekspresi membuat saya tersadar akan latar belakang dan tema yang terbentang di hadapan saya. Saya merasa seperti seekor katak yang baru saja keluar dari tempurungnya. Saya takjub. Kenapa tidak saya lakukan ini dari dulu?

Tapi saya tetap tidak bisa menulis. Luapan latar belakang dan adegan itu membanjiri kepala saya membuat otak saya menjerit-jerit minta tolong, apa yang harus saya lakukan dengan mereka? Saya membutuhkan fokus. Saya membutuhkan lakon. Saya membutuhkan sebuah karakter yang mampu memusatkan konsentrasi saya padanya. Karakter yang bisa saya menarik seluruh imajinasi saya dan menempatkan segala latar belakang dan konflik itu dalam kehidupannya. Saat itulah saya melihatnya.

Pemuda itu berlari-lari dari sudut jalan dengan panik. Saya tidak tahu apa yang membuat saya tiba-tiba tertarik padanya. Saya hanya melihat dia begitu hidup dan bersinar. Dia berhenti di halte tepat ketika bus yang berhenti di situ bergerak maju. Dia meraih gagang pintu bus serta-merta melompat masuk dan meninggalkan saya yang sempat terpukau melihat keindahan ekspresi lega di wajahnya.

Apa yang membuatnya terburu-buru? Apa yang sedang dikejarnya? Apakah dia terlambat sampai di tempat tujuan? Apa yang kira-kira dia pikirkan?

Tiba-tiba saya merasa telah menemukan fokus itu. Pemuda itu seolah mengisi kekosongan sebuah ruangan penting dalam relung imajinasi saya. Seperti potongan puzzle yang hilang, dia mengisi dengan sempurna latar belakang pagi yang telah tersedia untuknya. Saya menemukan karakter yang saya butuhkan dan saya dapatkan kembali aliran itu. Saya berpikir mungkin memang bukan saatnya lagi saya bercerita tentang kehidupan saya. saya akan bercerita tentang dia.

Sejak itu berdiri setiap pagi di sudut jendela setiap pagi sambil menyesap kopi menjadi rutinitas baru saya. Karakter kesayangan saya itu selalu muncul dengan setia bersama segala ceritanya. Hari ini dia muncul dengan gembira, maka saya menulis sebuah kisah penuh energi yang bersemangat. Hari berikutnya dia muncul dengan kesedihan, maka sayapun menulis tentang patah hati yang menyakitkan. Lain waktu dia muncul dengan kebahagiaan dan sikap yang berbunga-bunga, maka saya menuliskan sebuah kisah romantis yang berbunga-bunga. Saat dia muncul dengan keseriusannya, maka saya menulis tentang sebuah impian dan kedewasaan.

Sudah sepantasnya saya berterima kasih dengan karakter kesayangan saya itu. Selama ini saya tidak pernah menyapa dan berkenalan dengannya. Lama kelamaan saya merasa seperti seorang pengintai dan pencuri atas irama kehidupan orang lain. Maka hari ini saya memutuskan untuk menyapanya. Saya ingin menampakkan diri sekaligus memperkenalkan diri. Saya tahu mungkin ini terlambat. Mungkin dia akan terkejut saat saya katakan dialah sumber inspirasi saya yang hilang. Mungkin dia akan tersanjung, tertawa geli atau bahkan tersinggung atas pelanggaran privasi yang telah saya lakukan. Tapi saya seorang gentlemen. Saya harus memunculkan diri dan mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya ambil darinya. Maka saya putuskan untuk menunggunya.

Dia muncul dari sudut jalan dengan gaya kasualnya seperti biasa. Baru kali ini saya mendapatkan diri saya memperhatikannya dengan lebih intens. Saya baru menyadari wajahnya yang menarik. Tubuhnya kurus dengan gaya santai yang enak dilihat mata. Saya tersadar dia memiliki daya tarik yang tidak kecil. Mungkin itulah yang membuat pikiran saya terfokus padanya saat itu. Entah kenapa saya merasa wajah saya memanas. Mendadak saya merasa ragu. Apakah saya harus menyapanya? Apakah saya harus berkenalan dengannya? Bagaimana kalau dia menolak? Tapi saya benar-benar harus menampakkan diri. Maka saya tidak mau berpikir lagi. Saya berlari menuruni tangga kamar rumah saya menuju jalan.

Selamat pagi, sapa saya.

Dia menoleh dan tersenyum. Saya tahu dia merasa asing dengan saya. Tapi saya juga tahu dia sedang mencoba bersikap ramah pada saya. Entah kenapa saya merasa tersanjung.

Apa saya kenal, mas?

Dia bertanya dan saya menggeleng.

Tapi saya sering melihat kamu dari jendela kamar saya setiap pagi. Saya Dika, kata saya lagi.

Dia tertawa santai. Namun di telinga saya suaranya terdengar indah.

Saya Christ. Wah, saya pasti merusak pemandangan pagi mas, ya? tanyanya.

Tidak, tukas saya serta-merta. Kamu sumber inspirasi saya.

Dia mengerutkan dahi dengan heran. Namun sebuah bus sudah berhenti di dekat kami. Saya tahu itu bus yang ditunggunya.

Maksud, Mas?

Saya tersenyum.

Busmu sudah datang. Saya tinggal di seberang. Mampirlah kapan-kapan kalau mau, tawar saya ramah.

Dia tercengang. Mulutnya terbuka seolah ingin mengucapkan sesuatu. Namun dia segera tersadar ketika melihat busnya mulai bergerak pergi. Saya tersenyum memandangnya. Akhirnya saya sudah menyapanya. Saya merasa kehangatan merayapi hati saya. Bunga-bunga itu seperti bersemi dan menebarkan aroma harusmnya yang abadi. Saya tahu apa yang akan saya tulis hari ini.

Saya akan menulis tentang cinta.

Tapi bukan tentang dia.

Kali ini kembali tentang saya.


******************************

Author note :

Happy Birthday, Sinichi...

Saya teringat sama PM kamu yang menanyakan soal "gay" itu. Jadi, saya persembahkan cerpen ini untuk dirimu seorang. Oya, ada salam dari mas Dika, si penulis yang tinggal di apartemen di seberang halte bus....XD

Seuntai Lagu

"Kak Onik, lihat deh!" kata Nonix, adikku, seraya menarik tanganku menuju ke depan televisi.

"Ganteng ya, Kak... suaranya bagus lagi," katanya lagi.

“Iya, aku udah tahu...” jawabku.


Usah kau bilang cinta

Bila kau tak yakin bersamaku

Bilang saja kau jenuh

Bilang saja kau bosan

Lalu kau punya satu kata

‘tuk meninggalkanku


Sepenggal syair lagu itu terdengar di telingaku.

"Kak, boleh nggak klo besok pas aku ultah, manggil dia untuk nyanyi di pestaku?" kata Nonix mengejutkanku.

"Eh, yang bener aja, mana mungkin???" jawabku. Kulihat Nonix cemberut, bibirnya yang biasa tersenyum kini manyun.

"Lagian gimana caranya aku menghubungi dia?" tanyaku.

Nonix terus menatapku seakan memohon. Huh! Benar-benar permintaan yang nggak masuk diakal! pikirku.


Aku buka internet, lalu kuketikkan google.co.id, kucari di sana nama Chris, sang penyanyi idola adikku. Aku berharap bisa menemukan alamatnya, namun yang kutemukan hanya beberapa biografi dan lagu-lagunya yang populer. Akupun menyerah.

Di saat aku mencari ide, di mana aku bisa menemukan alamat Chris agar aku bisa menghubunginya, samar-samar kudengar, Nonix memutar lagu Chris di kamarnya.


Setelah tubuhku tercabik-cabik oleh rindu

Apakah engkau melihat aku

Apakah engkau menatap aku


Tunggu! Syair itu tak asing di telingaku, aku terus mencoba mendengarkannya, berharap bisa mengingatnya....

Ya, ampun... itu kan syair lagu yang...

Aku tersenyum geli menyadarinya, langsung saja aku buka YMku, dan ku onlinekan ke kudo_christian...

Kutuliskan di sana...


Shinichi, bisa minta tolong nggak? Ntar tanggal 12 Desember, nyanyi di ultah adikku, please dateng ya... kamu adalah idolanya.. :)


Lalu kubaca balasan darinya...


Saia akan usahakan datang, ahak..ahak...ahak...


Met Ultah Shinichi, dari Onik dan Nonix.

TTJ

The Train Journey..

Seorang pria yang agak lusuh namun bersih memasuki stasiun sambil membawa gitar di tangan kanannya. Ia sudah biasa terlihat di stasiun ini untuk mengamen. Dan hari ini, terlihat ia memakai kaos berwarna biru, celana berwarna hitam, dan juga sendal jepit.

Tidak seperti biasanya, hari ini stasiun agak sepi karena orang-orang sedang libur kerja. Namun kereta bisnis yang biasa ditumpangi oleh orang-orang yang baru pulang kerja tetap melaju di jadwal yang sama setiap harinya. Beberapa saat kemudian, kereta yang ditunggupun datang. Para penumpangpun memasuki kereta yang telah mereka tunggu itu.


Pengamen itupun juga masuk kedalam kereta. Ia menginjakkan kakinya di gerbong depan kereta tersebut lalu memperkenalkan dirinya untuk mengamen. Beberapa penumpang telah mengenalnya karena wajahnya memang sudah familiar di kereta ini. Disana, ia bukannya mengamen malah mengobrol dengan beberapa penumpang di kereta itu. Entah bagaimana ceritanya, mereka mengobrol mengenai anime dan komik sambil menunggu kereta jalan.

“Kalau aku sih sukanya ama detective conan, naruto, cerita di majalah komik nakayoshi dll. Kebanyakan cerita romance.” Cerita Mirza, salah satu penumpang kereta itu.

“Kalau saia sih sukanya detektif conan dan dragon ball aja,” balas si pengamen

“Hidup captain tsubasa!” sahut Samsth7

Dan si pengamen itu dengan tetap tersenyum mendengar cerita dari para penumpang pencinta anime dan komik tersebut. Malah terkadang, ia juga seru sendiri bercerita mengenai anime dan komik yang ia sukai.


Tiba-tiba saja, pembicaraan mereka berpindah topik menjadi tentang game yang hubungannya tidak terlalu jauh dari anime dan komik.

“Oh begitu, abis dari tadi yg diomongin anime komik manga kartun jgn2 bentar lagi malah nyasar ke game,, eh boleh juga tuh.. apakah di sini pada suka maen game? Kalau saya jujur kagak suka yg namanya sega nintendo, ps atau apalah itu yg pake musuh2an, kayaknya kalo ketembak rasanya gimana gituh... maen super mario (jadul bgt yak ihihhi) aja cuma sampe tempat 2 itupun dengan susah payah. tapi saya jadi suka sama cs, baru liat2 aja si di tipi soalnya waktu itu adek saya nonton kan dia emang suka game.” Kata Marlinang yang memulai pembicaraan mengenai game.

“Saia suka game juga. Tapi ga semua jenis game. Saia suka PS apalagi yang namanya WE. Ahak...hak...hak... FM juga. NFS Most Wanted apalagi! Eh, Conquerous juga suka, secara jadul juga. Ahak...hak...ahak...” cerita si pengamen

“Waduh2... aq suka anime dan manga, tp ga suka game.. hehehe... kl game, cm suka game di NDS yang cooking mama n taiko... hohoho...” sambung Keshia yang duduk disebelah Mirza.


Dan beberapa saat kemudian, kereta pun mulai berjalan.


“Saia pamit dulu yak, mau jalan ke gerbong-gerbong lain,” kata si pengamen sambil bangkit dari duduknya. Namun beberapa penumpang yang tadi mengobrol dengannya, tetap mengikutinya berjalan ke gerbong kereta selanjutnya.


Di gerbong kedua, Di gerbong ini, sang pengamen terus mengobrol dengan seorang anak kecil berumur 13 tahun yang tadi di kenalnya sejak masuk ke gerbong satu. Apa saja mereka obrolkan sampai saling menggoda.

Kemudian, mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang mengaku kalau ia adalah mantan dari Alicia Keys. Ia sedang menyanyikan lagu No One nya Alicia Keys sambil menatap keluar jendela kereta.

“Ei, kenalan donk!” kata Mirza sambil menyenggol orang itu

“Rijon, 17 tahun.” Jawabnya dengan tampang cool.

“17 tahun, ga salah? Saya pikir sudah om-om.” Sahut Keshia sambil menutup mulutnya, terperanjat kaget.

Samsth7 pun menyahut membuat analisis disambung oleh si pengamen yang memang bercita-cita menjadi detektif tapi tidak kesampaian.

“Enak saja! Saya masih 17 tahun!” kata Rijon keukeuh.

Setelah berdebat sekian panjang, tetap tidak ada yang percaya pada Rijon. Rijonpun melanjutkan menyanyi sendirian.

Sementara itu, muncul seorang pendatang baru yang bernama Eternal_Snow. Disisi lain ada Arsenal_Mania yang numpang ngamuk. (Makin tidak jelas saja..)


Dan kemudian, muncul radio dari Samsth7 di gerbong ke tiga.

“Masih di 100.2 Kemudian FM, dan masih bareng DJ Sammy yang bakal nemenin kamu ampe jam 5 nanti... Dan buat kamu yang mau request, silahken sms ke nomor 081396118xxx/ 085297233xxx. Yang merasa punya tuh mohon melapor ya, tadi kececer di parkiran... ahak-hak-hak.. Ok, satu single buat kamu dari Alm. Chrisye, Lirih..


Kini tlah kusadari

Dirimu tlah jauh dari sisi

Ku tau tak mungkin kembali kuraih

Semua hanya mimpi


Bla.. bla.. bla…” kata DJ Sammy sampai lagu yang ia nyanyikan selesai. “Ayo ada yang mau request atau kirim salam?”

“Saia Sammy! Saia mo request lagu Aku Ngga Biasa. Tapi, nyang nyanyi kamu yak! ahak...hak...hak... Salam buat bapak, mamak, abang, amang boru, namboru, tulang, nantulang, tulang kering, tulang tengkorak, tulang betis, tulanggang... semoga baek2 semua di Sianttar.. ahak...hak...hak...” sahut si pengamen sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi takut tidak kebagian request.

“Sam, aku request lagu dari mantan aku yak, Fighter dari Chrsitina Aguilera.” Sambung Rijon. Wew, ternyata mantannya Rijon ada banyak juga, yah?


“numpang tanya... Toilet adanya dimana?” tanya seseorang pria bernama Addang_13 yang tiba-tiba lewat.

“Disana,” jawab Eternal_Snow sambil menunjuk ke ujung gerbong

Para penumpangpun semakin akrab ditambah dengan pengamen yang suaranya mirip dengan Duta Sheila on 7 itu, semakin lengkap lah keramaian di gerbong kereta tersebut.


Setiap pengamen itu berpindah gerbong, tetap saja ada orang-orang yang mengikutinya karena mereka merasa nyaman mengobrol, curhat, bercanda, berbagi cerita, melawak, berbagi gosip, dan lain sebagainya.

Tak terasa, waktu semakin malam dan kereta tetap melaju. 2 jam lagi kereta akan sampai di tempat perhentian terakhir, namun suasana di gerbong kereta masih tetap ramai.


Mulai dari menyanyi sampai meminta maaf atas kesalahan dari masing-masing pihak.


Lalu, entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja muncul SKS trilogy, juga gosip mengenai Keshia kalong, Keshia yang ngumpet dibawah kolong kalau OL, Keshia yang berebutan sama papanya, macam-macam. (kok jadi ngomongin sendiri?)

Pengamen itu tersenyum melihat suasana di hadapannya. Berbagai macam orang mau mengobrol sama dia, menghormatinya, bahkan sudah terasa seperti keluarga.


Tapi ia harus turun di perhentian berikutnya.


“Teman-teman, saya harus turun di pemberhentian berikutnya,” kata si pengamen dan hal ini membuat teman-temannya terdiam mendadak

“Tapi, kalau kamu turun, gerbong ini akan sepi,” sahut Om Dikna Da Masta

Pengamen itu tersenyum tipis. “Saya akan merindukan kalian,”

Dan beberapa saat kemudian, pengamen itupun melangkahkan kakinya keluar dari gerbong dengan langkah berat setelah kereta berhenti sementara dan akan melanjutkan perjalanannya.


Namun tiba-tiba, ada sebuah perasaan di dadanya yang bergejolak. Saat kereta sudah hendak berangkat pengamen itu menengok ke gerbong kereta dan terlihat teman-temannya memperhatikannya dari jendela.

Kemudian kereta pun bergerak lambat dan semakin cepat. Saat itu juga, pengamen itu mengejar kereta dan melompat memasukki pintu gerbong sambil meneteskan air mata. Ia teringat bagaimana situasi dan keadaannya sejak masuk kereta ini.


“Saia udah ngerasa dekat dengan kalian semua. Saia minta maaf karena saia sempat mau turun dari kereta. Ntah kenapa, Om De kirim saia private message lewat kedipan matanya dan bilang tentang perasaan kangen ngobrol2 disini. Saia ngerasa bersalah karena egois dan menganggap perjalanan ini udah usang dan gak perlu lagi.

Tapi, saia gak isa pungkiri kalau ternyata perjalanan ini udah jadi sesuatu yang lebih dari sekedar perjalanan biasa. Saat semua teman mengobrol disini dalam segala kondisi hati menjadikan ini penuh emosi, gelak tawa, kekesalan, pelampiasan kesibukan dan sebagainya, saia berpikir sudah saatnya mengakhiri. Tapi, saia emang aneh. Saia udah mau akhiri sendiri tapi tiba-tiba kangen lagi sama kalian.


Rijon, Arsenal Mania, Wie, Marlinang, Eter, Olief, OmDe, Keshia, Sammy dan saia juga. Saia kangen sama kalian. Secara sadar ato gak sadar, kalian jadi keluarga saia. Keluarga kalong saia. Huuaaa... aku rindu sama kalian semua... Rindu banget. Maapin saiaa...” kata pengemis itu yang disambut oleh riuh nya tepukkan tangan teman lainnya bahkan ada yang menangis terharu pula.

Keshia, Olief, bahkan pengemis itu sendiri menangis terharu saat itu juga. Dan beberapa orang lain merasa lega saat melihat pengamen itu kembali.


“Ngomong-ngomong, kami belum tahu namamu. Siapa namamu?” tanya Wie sambil merangkul pundak pengamen itu

“Kenalin saia Shinichi dari Medan. Moderator kemudian.com, loh!” jawab pengamen itu sambil tertawa bahagia

“Iya kita udah tau!!!!” sahut semuanya pada laki-laki yang senang main PS itu. Yah… kami semua menganggap Shinichi adalah orang yang unik, lucu, spesial di hati kami. Karena dia lah, kami semua bisa jadi dekat bahkan sudah seperti keluarga.


“Shinichi, sekarang tanggal 12 Desember… Happy Birthday, ya!” kata Keshia sambil menjabat tangan Shinichi di sambung pelukan dari Om Amri untuk Shinichi.

“Semoga hidupmu selalu bahagia, baik, dan Tuhan selalu menyertaimu…”

“Amin…”



Catatan penulisan :

mohon maaf bagi orang-orang yang namanya disebutkan dalam crita ini tanpa meminta ijin terlebih dahulu…

Maaf juga kalau ceritanya kurang bagus karena nulis nya di kejar deadline…

Hahaha…

Terima kasih buad semuanya….

Tentang Langit

Kawan, kalau pernah kau mengamati langit, maka ketahuilah.. langit tidak pernah memilih. Langit tak pernah mengajukan syarat, mata mana yang mampu menikmatinya. Bahkan tanpa mata, manusia mampu mengecap cerahnya langit, menghidupkan asa dan bangkitkan jiwa. Seperti panggilan Wie yang mampu menerobos segala rintangan, termasuk ketidakacuhan orang-orang. Apakah kau tahu apa yang menggerakkan Wie, juga teman-teman terbaikmu? Birunya langit dan cahaya cinta, kurasa.


Jujur saja, aku sangat suka melihat langit, mungkin juga dirimu, atau berjuta manusia lain di bumi ini. Tapi ketahuilah, kita melihat langit yang sama indahnya. Biru yang sama, tebal dan tak goyah, juga dengan semburat tipis awan serupa lukisan, mahakarya. Maka tidak ada angin apa pun mampu menghapus mereka –yang tebal dan tak goyah-, karena mereka saling bergantung dan percaya.


Dan meski, terkadang hujan membasahi bumi, meninggalkan bercak kehitaman pada langit yang kita cintai. Ketahuilah, bercak hitam itu akan membuat bunga di kebunmu bernyanyi.


Juga seperti kami semua, seperti layaknya Edelweiss, yang akan terus tegar, demi menyaksikan birunya langit dan pekatnya hujan, sekali lagi.


Jangan pernah ragu kawan, karena kita semua adalah –yang tebal dan tak goyah-. Selamanya. Untukmu.


Selamat ulang tahun kawan! Semoga kau selalu menjadi langit yang kami cintai.


11 Desember 2008, 23:34 WIB.

Pesta Kejutan

Pagi2 di hari ultahnya, Kudo Shinichi bangun dengan penuh semangat, ngaca dan membereskan rambutnya yang mencuat kemana-mana itu.


Ia langsung masak sarapan sendiri, tidak menunggu emaknya bangun, lalu pergi kesekolah dengan bangga. Secara dia lagi ultah ke 19 gitu.


Saat ke sekolah, dia yang paling pertama!


Wah, bangganya dia saat itu. Biasanya kan dia yang paling buntut. Sampai-sampai ia harus manjat pagar karena pagarnya sudah ditutup oleh pak satpam.


Tak taunya, pak satpam menghampirinya di lapangan saat ia mau menuju ke kelas

"Kudo! Ngapain situ kesini?"

"Yah sekolah lah pak! Masak main gundu! Ahak..hak..hak..."

"Yeh, aye naon, hari ini libur atuh, kudo!"

“EEH! Serius pak!?”

“Eleh, eleh, anak ini. Giliran sekolah, dateng paling telat. Pas libur, bisa dateng pagi...”


Pak satpam pergi sambil menggelengkan kepalanya. Shinichi berjalan kembali ke rumah dengan lunglai. Ia ingat betul kalau ultahnya itu jatuh di hari jumat! Kenapa sekolah bisa libur? Ia sambil berpikir keras, tanpa sadar ia menginjak kotoran anjing.


“Adoo! Anjing siapa sih yang buang air disini! Awas kalo saia ketemu yang empunya!” Omelnya sambil berusaha membersihkan kotoran anjing di sepatunya di parit dekat tempat itu. Sepatu baru padahal...

“Wakakakak! Ichi! Yang langganan buang kotoran disana kan anjing lu!” Kata salah satu teman Shinichi yang kebetulan lewat dan mendengar ocehannya.

“ooo, si blecki ternyata! Ahak...hak...hak... Saia baru ingat...” Kata Shinichi sembari menggaruk-garuk kepalanya.

Temannya pergi sambil tertawa terbahak-bahak.


Shinichi kembali memakai sepatunya lalu berjalan pulang.


“Emak, kok kaga bilang kalo hari ini libur sih?” Tanya Shinichi sambil cemberut.

“Yah elah, chi. Emak bangun kamunya juga udah lenyap entah kemana. Ahak hak, ngapain kamu rapi begitu!” Ejek emak Shinichi.

“Yah si emak, bukannya hibur kek... Malah diketawain...”


Ia kembali ke kamar dengan sedih, kemeja sekolah yang baru disetrika dan dimandiin kembang lima belas rupa itu terpaksa bertengger di pintu bersama celana pendek berwarna biru kehitaman kesukaannya.

Aneh, harusnya ini kan hari jumat! Ia bergolek ke sana kemari, guling-guling di lantai, sampai bersemedi tapi tetap saja tak menemukan jawabannya. Ia ingat betul kata teman2 hari ini akan diadakan tanding antar kelas.


Shinichi berjalan-jalan ke rumah di sekitarnya, tapi teman-temannya berpergian sehingga ia tinggal sendiri.

“Merananya saia... ultah sendiri... bahkan si emak juga ga ingat...” nyanyinya sambil memainkan gitarnya.

Karena bosan, ia menonton film horor yang dipinjamnya beberapa hari yang lalu. Ia menggelapkan kamarnya dan menyalakan dvd di kamarnya.


“Wua!!” Teriaknya kaget saat hantu itu muncul, Shinichi meringkuk di bawah selimutnya. “Aduh, abang hantu kok suka muncul tiba-tiba...” gumamnya sambil mengintip ke arah TV.

Tiba-tiba lampu di kamarnya menyala kemudian mati kemudian nyala lagi dan mata lagi terus berulang-ulang. “Wala.... Ada apa ene... Jangan-jangan abang hantunya keluar dari tipi!”

Shinichi merasakan angin menerpa wajahnya, saat ia menoleh ke arah angin itu...


“WUAAA!!! EMAK!!!” Teriaknya kaget dan hampir lari teribrit-ibrit kalau bukan mendengar tawa si ‘abang hantu’ nya.

“Hak...hak... Happy birthday! Happy birthday! Happy birthday to you!” Nyanyi kawan-kawannya sambil tertawa melihat kudo yang terkencing-kencing di pojok kamar.

“Makanya kudo, jangan nonton horor gelap2an!” Ejek mereka.

“Si-Siapa bilang aku takut!” kilahnya.

“WUA!! EMAK!!!” terdengar suara kudo dari video yang dibawa temannya itu. Wajah Shinichi memerah karena malu.

“Adoo, Anjing siapa sih yang buang air disini! Awas kalo saia ketemu yang empunya!” Wajah Shinichi makin memerah.


“Ka-Kalian ngikutin saia dari tadi pagi?” Tanya Shinichi sebal.

“Ahaha, dia marah!” sahut salah satu temannya. “Entar kita buat copynya trus kita sebarin aja!” sambung yang lain.

“Eeh! Jangan donk! Kalian ga kasian ama saia!”

“Engga!” Jawab mereka kompak.

“Wah, tega...”


Emak Shinichi masuk ke kamar sambil tertawa, “Ayo shin, emak udah siapin pesta buat kamu!” Kata Emak.

Shinichi keluar sambil menggerutu karena tidak ada yang memberitahu dia. Tapi dalam hatinya, ia senang karena teman-temannya menyiapkan kejutan untuknya.


Happy birthday Shinichi!

buah jalan ulang tahun


koran! kooooraaan
koran koran
korankorankorankoran
rankorankoranranko baru baru
baru
koran baru, Bang!
Mase, koran. Koran baru, Mas!
berita baru,
koran baru!
koran koran koooraaann
ranko ranko baru
yang baru,
yang baru, koran! koooorannnn!
koran koran

kacange kacange kacange
kacang kacang
kacange, Bu!
Mas, kacange. Mas!
Bang, kacangnya. Bang!
kacang kacang kacang
kacange kacang
kacangkacangkacangkacang
kacangkacangkacang
kacangkacang
kacang!

dingindingindingindingindingin
yang dingin
yaaus yaus yaus yang aus yang aus yang haus
yang haus yang haus
dingin dingin yang minum dingin!
yang haus yang aus yang aus
ya aus ya aus yaus
yaus
yang haus!
minum!

rames rames rames rames!
nasi rames rames mes
yang makan! nasi rames
rameeees!
rameeeeees!

jaaaa heeeee
jaaaa heeee
jaaaheee
jaahee
minum jahe hangat
koooo piiiiiii
koooo piiiiii
kopi!
koooo piiiii
kopi hangat juga!
kopinya hangat
kooooo piiiiiiii
jaaaaa heeeee
kooopiiiii

tahu asin tahu asin tahu asin
taaa huuu
tahu tahu, tahu asin
tahu asin tauasin tauasin tauasin
tahu asin!

SGPC SGPC SGPC
pecelnya hangat nasi pecel hangat
nasi pecel
nasi pecel
pecelnya! pecel
SGPC SGPC SGPC SGPC
sego pecel!

mikjon!
mikjonmikjon
mikjoooon dingin
dingin dingin dingin yang minum dingin!
yang haus yanghaus
yanghaus

opmiopiopmiopiopmiopiopmiopiopmiopiopmiopiopmiopi
opmiopi opmiopi opmiopi opmiopi opmiopi
opmiopi opmiopi opmiopi popmiopi
opmikopi
yang mau popmiopi
kopikopikopi!
opmiopi

pisang rebus pisang rebus
pisang rebus
kepok rebus
pisang
rebus

men men men men men
men jahe men jahe
permen jahe hangatkan tenggorokan
hangatkan tenggorokan!
menjaemenjae
men jae men jae
permen jahe!

nol dua nol dua nol dua
te sate nol dua nol dua te sate
satenya nol dua!
nol dua nol dua

korankoran
koran, koran bekas masih bagus
tuk digelar digelar
koran murah
korankoran murah
bisa tuk kipaskipas
bisa digelar
korankorankoran

buahnya buahnya buahnya
buah buah buah
nanasnya, Mas! Nanasnanasnanas
yang nangka yang nangka
nangka, Neng! nangkanangkanangka
melon, Bang?
Bu, melon?
melonmelonmelon
semangka ada semangkasemangkasemangka
pepayapepayapepaya
nanasnanas
melonnya
semangka!
buahbuahbuah

"Assalamu'alikum para penumpang semuanya. Bapakbapak, ibuibu, Masmas, Adikadik kiranya izinkan kami tuk dendang lagu-lagu yang hibur gerah diri, hadapi mimpi-mimpi yang tak terbeli."
"kami di sini cuma bernyanyi, bernyanyi sekehendak hati
sementara keikhlasan hati AndaAnda sekalian tuk mendengar dan tuk sekedar beri."
"nikmatilah lagu-lagu ulang tahun kami, yang kami persembahkan untuk ulang tahuuuuunnnn Shanichiiiiiiiii Kuuuuuuuudoooooooo "

panjang umurnya panjang umurnya panjang umurnya panjang umurnya panjang umurnya

banyak temannya banyak temannya banyak temannya banyak temannya

banyak uangnya banyak uangnya banyak uangnya banyak uangnya


"Terima kisah, para penumpang semuanya. Tlah sudi dengar dan sekedar beri.
Smoga perjalanan AndaAnda sekalian selamat sampai tujuan.
Smoga akhir pertemuan kali ini bukan merupakan akhir dari perjumpaan"
"Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh"

Mas, paring, Mas!
Paring, Mas!
kasihanilah kami, Bu!
kasihanilah kami, Pak!
kasihanilah, Mas!

dalam hati Shanici berkata; haaa ah kok ga nyambung?
-------------
raf kritse
IHIK IHIK,... ikut ngucapin selamat ulang tahun ahh,, semoga panjang umur,,... banyak rejeki,.. banyak anak,.. hahahaha amin,....

orphan_hendro

HAPPY BIRTHDAY !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Hey birthday boy, in such happy moment, let's erase all the sad …
Just take a deep breath and be glad
One year now has been added to your dazzling life
As you grow older, your heart shall find a path out of your strife

Hey birthday boy, stand up and let’s celebrate this day
Turn on your light, and blow away the darkness with your shimmering ray
Only you have the power to tame the evil storm that rages inside you
Get the right on every wrong, and prepare yourself for beginnings new

My dearest friend, I wish you a very happy life’s anniversary!!!!
Be grateful to your Creator, embrace the new age, and burn your past diary
With the loudest cheers, I wish you the happiest birthday!!!!
Listen to your deepest conscience, keep on smiling, and God will show the way


Happy birthday kudo!....salam raja dunia kegelapan...freesoulflyer hahahaha

Ke Jalan Lurus Menuju Surga





Ke Jalan Lurus Menuju Surga


Kepada tiap-tiap yang hidup Tuhan menitipkan roh
Sebagai bekal sebagai kawan begitulah kita terus
berjalan
Sampai pada ajal menjemput, angka-angka disebut umur
Hingga batas mana segala adalah rahasia kita tak bisa
meraba

Jika sampai hari ini kita masih menghisap umur
Begitulah angka yang kita capai sebagai jatah yang
terus susut
Sisa perjalanan adalah menghitung batas waktu
Menulis cerita sendiri sebelum pulang ke asal diri

Kepada langitlah kami menadahkan tangan
Memohon kepastian dari ketiadaan yang ada
Tentang harapan dan cita-cita juga bahagia selamat
sentosa
Di panjangkan umur ke jalan lurus menuju Surga


Banda Aceh, 30 Mei 2008


Puisi lama karyaku tapi kurasa cocok untukmu di hari ini

selamat ulang tahun sehat dan bahagia

Tanjyoubi Omedetou ! ^^

Anime Birthday Pictures, Images and Photos

Tanjyobi Omedetou, Ichi-kun ^^
semoga segala harapan dan cita-citanya tercapai,
dan semoga jadi lebih baik lagi...(dlm smua hal)
Omong-omong.. masih 17 tahun nih, hehehe..
.
Hepp a puuurfect birrday. :D
.

_aR_
http://cintatawalukaairmata.blogspot.com