Pagi2 di hari ultahnya, Kudo Shinichi bangun dengan penuh semangat, ngaca dan membereskan rambutnya yang mencuat kemana-mana itu.
Ia langsung masak sarapan sendiri, tidak menunggu emaknya bangun, lalu pergi kesekolah dengan bangga. Secara dia lagi ultah ke 19 gitu.
Saat ke sekolah, dia yang paling pertama!
Wah, bangganya dia saat itu. Biasanya kan dia yang paling buntut. Sampai-sampai ia harus manjat pagar karena pagarnya sudah ditutup oleh pak satpam.
Tak taunya, pak satpam menghampirinya di lapangan saat ia mau menuju ke kelas
"Kudo! Ngapain situ kesini?"
"Yah sekolah lah pak! Masak main gundu! Ahak..hak..hak..."
"Yeh, aye naon, hari ini libur atuh, kudo!"
“EEH! Serius pak!?”
“Eleh, eleh, anak ini. Giliran sekolah, dateng paling telat. Pas libur, bisa dateng pagi...”
Pak satpam pergi sambil menggelengkan kepalanya. Shinichi berjalan kembali ke rumah dengan lunglai. Ia ingat betul kalau ultahnya itu jatuh di hari jumat! Kenapa sekolah bisa libur? Ia sambil berpikir keras, tanpa sadar ia menginjak kotoran anjing.
“Adoo! Anjing siapa sih yang buang air disini! Awas kalo saia ketemu yang empunya!” Omelnya sambil berusaha membersihkan kotoran anjing di sepatunya di parit dekat tempat itu. Sepatu baru padahal...
“Wakakakak! Ichi! Yang langganan buang kotoran disana kan anjing lu!” Kata salah satu teman Shinichi yang kebetulan lewat dan mendengar ocehannya.
“ooo, si blecki ternyata! Ahak...hak...hak... Saia baru ingat...” Kata Shinichi sembari menggaruk-garuk kepalanya.
Temannya pergi sambil tertawa terbahak-bahak.
Shinichi kembali memakai sepatunya lalu berjalan pulang.
“Emak, kok kaga bilang kalo hari ini libur sih?” Tanya Shinichi sambil cemberut.
“Yah elah, chi. Emak bangun kamunya juga udah lenyap entah kemana. Ahak hak, ngapain kamu rapi begitu!” Ejek emak Shinichi.
“Yah si emak, bukannya hibur kek... Malah diketawain...”
Ia kembali ke kamar dengan sedih, kemeja sekolah yang baru disetrika dan dimandiin kembang lima belas rupa itu terpaksa bertengger di pintu bersama celana pendek berwarna biru kehitaman kesukaannya.
Aneh, harusnya ini kan hari jumat! Ia bergolek ke sana kemari, guling-guling di lantai, sampai bersemedi tapi tetap saja tak menemukan jawabannya. Ia ingat betul kata teman2 hari ini akan diadakan tanding antar kelas.
Shinichi berjalan-jalan ke rumah di sekitarnya, tapi teman-temannya berpergian sehingga ia tinggal sendiri.
“Merananya saia... ultah sendiri... bahkan si emak juga ga ingat...” nyanyinya sambil memainkan gitarnya.
Karena bosan, ia menonton film horor yang dipinjamnya beberapa hari yang lalu. Ia menggelapkan kamarnya dan menyalakan dvd di kamarnya.
“Wua!!” Teriaknya kaget saat hantu itu muncul, Shinichi meringkuk di bawah selimutnya. “Aduh, abang hantu kok suka muncul tiba-tiba...” gumamnya sambil mengintip ke arah TV.
Tiba-tiba lampu di kamarnya menyala kemudian mati kemudian nyala lagi dan mata lagi terus berulang-ulang. “Wala.... Ada apa ene... Jangan-jangan abang hantunya keluar dari tipi!”
Shinichi merasakan angin menerpa wajahnya, saat ia menoleh ke arah angin itu...
“WUAAA!!! EMAK!!!” Teriaknya kaget dan hampir lari teribrit-ibrit kalau bukan mendengar tawa si ‘abang hantu’ nya.
“Hak...hak... Happy birthday! Happy birthday! Happy birthday to you!” Nyanyi kawan-kawannya sambil tertawa melihat kudo yang terkencing-kencing di pojok kamar.
“Makanya kudo, jangan nonton horor gelap2an!” Ejek mereka.
“Si-Siapa bilang aku takut!” kilahnya.
“WUA!! EMAK!!!” terdengar suara kudo dari video yang dibawa temannya itu. Wajah Shinichi memerah karena malu.
“Adoo, Anjing siapa sih yang buang air disini! Awas kalo saia ketemu yang empunya!” Wajah Shinichi makin memerah.
“Ka-Kalian ngikutin saia dari tadi pagi?” Tanya Shinichi sebal.
“Ahaha, dia marah!” sahut salah satu temannya. “Entar kita buat copynya trus kita sebarin aja!” sambung yang lain.
“Eeh! Jangan donk! Kalian ga kasian ama saia!”
“Engga!” Jawab mereka kompak.
“Wah, tega...”
Emak Shinichi masuk ke kamar sambil tertawa, “Ayo shin, emak udah siapin pesta buat kamu!” Kata Emak.
Shinichi keluar sambil menggerutu karena tidak ada yang memberitahu dia. Tapi dalam hatinya, ia senang karena teman-temannya menyiapkan kejutan untuknya.
Happy birthday Shinichi!
duh
ReplyDeleteeter jugak nulis cerita
makasiy lesaki lagi, eter