Bertahun-tahun, Desember menjadi milikmu. Mungkin tidak seperti Juni yang menghantui, mengejar dan memburu saya padahal saya mati-matian bersembunyi darinya karena banyak alasan, dan hanya satu alasan yang membuat saya menantikannya tetapi itu tak lebih penting dari banyak alasan itu—hei, Dun, ini hari untuk Shinichi. Oh, baiklah...
“Hari ini” sudah memunculkan sebagian dirinya sekitar—ah, di mana ingatan itu ya?—yah, intinya seseorang yang memiliki satu hari teristimewa di penghujung tahun ini adalah seorang yang dikelilingi orang-orang yang hangat dan bersahabat, yang cukup memerhatikan detail-detail seperti ini. Saya cuma ber-oh dan—well, Shinichi adalah “seleb” di jagat Kemudian, dan di jagat-jagat lain yang di luar jangkauan saya.
Shinichi adalah air yang bisa meresap ke setiap celah, meruang sewujud media yang menaunginya, dan—hm, akan berlebihan kalau terlalu dipaparkan. Entahlah, saya mengenal Shinichi untuk pertama kali lewat tulisannya yang melow dan sarat emosi—sisi lain dari maskulinitasnya. Jarang, saya pikir, ada cowok yang mau dan mampu menulis seperti itu. Dan menilai seseorang hanya berdasar tulisannya saja, rasanya sama bodohnya dengan menilai usia seseorang dari raut wajah dan warna rambutnya (oh, Dadun, ini sangat tidak nyambung). Belakangan saya tahu, Shinichi memiliki nama tengah “ahak ahak ahak” dan Serial Detective Gery (maaf kalau salah tulis) yang konon lucu (tapi belum sempat saya baca) menjadi identitas lain darinya juga. Dan mungkin memang masih banyak hal yang saya tidak tahu tentang Shinichi. Itulah kenapa saya bilang Shinichi adalah air—yang salah satu bagian molekulnya bisa meresap ke dalam pori saya.
Sebagian molekul lainnya telah meresap ke dalam pori yang lain dan berbeda...
Dan kenapa saya bisa tiba di sini? Mungkin kamu tahu jawabannya. Dari berbagai faktor kebetulan hingga kesengajaan. Dari berbagai faktor keikhlasan dan ketidak—hei, saya cuma bercanda. Well, yang pasti saya ikut terharu (kalau kamu memang juga terharu, kalau tidak ya saya tetep terharu). Ah, tidak perlu dijelaskan kenapa saya ikut-ikutan terharu...
Ya sudahlah... selamat ulang tahun, Shin. Yang keberapakah? Semoga anunya tambah panjang. Semoga yang kamu inginkan bisa tercapai (terutama keinginan untuk segera melihat karya saya mejeng di etalase toko buku, hahaha....). Dan semoga kamu bisa bawa Kemudian ke alam yang lebih hingar bingar (loh loh loh). Dan semoga.... (isi sendiri dah titiktitiknya).
Oke, cukup sekian dan terimakasih sambutan tidakpenting dari Oom-mu yang sekalipun dalam mimpi tidak pernah rela memiliki keponakan sepertimu di hari yang berbahagia ini. Kuenya kirim ke Bandung ya, bu...
Selamat ulang tahun, sekali lagi, dan kuberikan Desember ini untukmu, hehehe...
salam,
_dadun_
Thursday, December 11, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Ahak...hak...hak...
ReplyDeletecerdas banget
saia suka, om
hehehe
saia terima Desemberna, Om
makacii buat semua