Kenalkan Saia Dong
Hari ini seorang anak cowok berusia 12 tahun bersenandung dengan cemas dan gelisah dalam hati ketika memasuki kelas barunya pada salah satu SD Kemudian, salah satu SD ternama di kota Web. Ia pindahan dari kota sebelah karena ayahnya pindah tugas ke daerah itu.
Terbalik batas saat pandang memandang seluas
Meramal jalan di likunya
Meraba curam di tebingnya
(Shinichi, tret perkenalan)
Berkali-kali ia ulang dalam hati. Kecemasan yang biasa terjadi ketika seseorang memasuki lingkungan baru.
“ Perkenalkan nama saia Christ, umur 12 tahun, semoga kita dapat menjadi teman “
Christ memperkenalkan dirinya dengan cukup tegas, karena ia cowok dan ia rasa seorang cowok tidak boleh berlebay-lebay ria.
Anak-anak cukup antusias dengan kedatangan Christ, mereka bergantian bertanya kepada Christ akan kesukaannya, hobinya, cita-citanya dan lain-lain hingga Ibu Guru yang sedari tadi tersenyum memperhatikan terpaksa menghentikan keriuhan anak-anak untuk pelajaran selanjutnya.
Istirahat tiba, beberapa anak mengerumuni Christ. Seorang cewek kecil berkacamata bersendandung
sekali mendekat kita terikat
dalam surat-surat yang tersirat
maka kemarilah bersama
agar bahagia terasa
(olief, tret kenalkan saia)
lalu berkata “ Mulai sekarang Christ sudah jadi teman kami, maka silakan kita saling berbagi agar bahagia “. Cewek itu tersenyum.
Christ tersenyum, anak-anak yang lain tersenyum. Kemudian secara tidak teratur anak-anak berebut ngobrol dengan Christ, ada yang membahas apakah Christ suka manga, suka game atau sepak bola. Rupanya Christ cukup digemari teman-temannya, ehm, apakah karena tampang imutnya (kekekeke..., penulis tertawa) atau auranya yang sudah terpancar kalau dia bakal jadi seorang pengacau yang ramah (hahaha...penulis kembali tertawa).
Sudah hampir satu bulan Christ tinggal di lingkungan barunya. Ia sudah dapat beradaptasi dengan sekitarnya, teman-temannya banyak. Christ seringkali menjadi tempat curhat yang lainnya, sehingga ia tanpa sadar telah sedikit banyak mengetahui sifat-sifat dan permasalahan sebagian teman-temannya. Tercipta dibenak Christ sebuah senandung tentang ini,
Jangan tanya apa sebab hati tak melihat
Mengupas kulit terluarnya
Mencari manis di dagingnya
(Shinichi, tret kenalkan saia)
Suatu hari Keshia, cewek cantik berambut panjang teman Christ sakit dan berberapa hari tidak masuk sekolah, menurut kabar Keshia masuk rumah sakit karena sakit tipus. Beberapa hari kemudian Christ beserta teman-temannya menengok ke rumah sakit sambil membawa buah-buahan dan roti sebagai adab menengok orang sakit. Sebenarnya Eter, teman sebangku Keshia berniat membawakan catatan pelajarannya untuk mengejar ketinggalan buat Keshia, namun denga sukarela Christ menawarkan diri sebagai pengganti meminjamkan catatannya kepada Keshia. Karena Christ telah menyematkan dalam buku catatannya sebuah senandung untuk Keshia.
Aku dan kau di tepi batas pinggiran
Menyapu salam bersalaman
Jangan tanya kenapa redup sinar rembulan
Malam ini tanpa tawanya
Malam ini tanpa lembutnya
(Shinichi, tret kenalkan saia)
****
Tak terasa sudah hampir satu tahun Christ menjadi bagian dari SD Kemudian. Christ begitu bahagia mempunyai teman-teman disana, banyak cerita yang dapat diukir dan dikisahkan. Christ berharap seterusnya dapat menikmati kebersamaan dengan teman-temannya meskipun kini mereka harus berpisah karena kelulusan. Senandung terakhir Christ ia nyanyikan di acara malam perpisahan.
Kita berada di tali seutas
Mengikat erat simpul penguat
Menjalin jaring-jaring pengingat
dan,
Jangan tanya kapan itu dibuat
Salamsatu
(Shinichi, tret kenalkan saia)
Senandung ini berisi harapan walau sudah lulus, namun tetap masih bisa bersama.
Semarang,11 Oktober 2008====olief====
thanks banget, Olief
ReplyDeletekeseringan di thread ituh yak?
hihihi
kabbuuuurrrr
sama2 chi, sedih ga bisa ikut pestanya...... :((
ReplyDelete