Kamar Kos Takiyo, Bandung
Mas, saya ingin membuat sebauh kejutan untuk seseorang, bisa bantu saya?
Begitulah kira-kira pesan inti dari singkat saya dapatkan dari seseorang yang cukup lama saya dengan dia tidak berkomunikasi. Bila dikatakan sebagai teman pun rasanya sebatas teman yang sekadar kenal nama, tidak lebih. Tidak banyak yang kami perbincangkan saat itu, semuanya berkutat pada apa yang ia rencanakan melalui bantuan teman-temannya termasuk saya.
Menimbang kembali masa saya berkenalan dengannya, berawal dari sebuah komentar singkat yang ia torehkan pada sebuah sajak yang saya posted di sebuah situs komunitas. Kemudian.com. Layaknya member lain dalam komunitas tersebut, saya pun ikut serta mengapresiasi karya-karyanya yang hingga saat ini membuat saya terkagum-kagum olehnya. Tuangan diksi dan komposisi kata yang sederhana namun memiliki kekuatan kata yang begitu kaya dan cemerlang. Itulah yang ada dalam pikiran saya ketika mengingatnya.
***
Waktu telah menunjukkan pukul sebelas lebih lima puluh sembilan menit, semenit lagi malam beranjak di peraduannya yang larut dan saat itu pula saya telah menyelesaikan sajak ke dua yang memang sengaja di minta olehnya. Perbincangan kami sebelumnya menitikberatkan saya untuk menjadi seorang pujangga yang menawarkan cinta kepada perempuan itu, perempuan yang memiliki skenario akan seseorang.
Lab fakultas. Tengah hari.
Sebuah ide muncul dari benak saya untuk mendramatisir keadaan yang ada. Langsung saja saya mencari-cari id seseorang yang saya kenal di yahoo messenger friend lists yang saya gunakan. Nama itu tertera jelas dengan sebuah lingkaran kuning di sebelah kirinya, menandakan bahwa ia sedang online.
Setelah sekian lama kami tak bertukar kabar, kecuali sebatas komentar dalam beberapa sajak, membuat saya sedikit ragu untuk menyapa dan menjalankan ide saya saat itu. Namun, kita tak akan pernah tahu bila kita tidak mencobanya.
Perbincangan kami awali dengan sebuah canda untuk menghangatkan suasana. Walau lama kami tak berbincang, tetap saja tidak ada yang berubah dari dirinya. Selalu saja menuai canda dalam setiap kaliamtnya. Tak lama, saya alihkan perbincangan ke arah yang sedikit serius, tanpa basa-basi saya mengajukan pernyataan bahwa sejak dulu saya telah menyukai perempuan yang ia sukai. Entah apa yang ada dalam pikirannya, saya yakin dengan apa yang saya katakan saat itu mampu membuatnya untuk kembali berpikir dengan imajinya dan menjadi sedikit sewot. Terang saja saya tidak ingin mengungkit apa yang saya katakan saat itu lebih jauh lagi, biarlah itu mnjadi efek dramatis sebuah skenario yang sedang saya jalankan.
Lama kami berada dalam stagnansi hingga kami hanya berucap pamit untuk kembali dengan aktivitas masing-masing. Sesaat saya mengakhiri pembicaraan dengannya, satu yang ada dalam pikiran saya, sebuah pernyataan maaf yang suatu saat nanti ia dapatkan dari hati saya.
Kamar Kos. Senja bertandang.
Cuaca cukup cerah walau tak biasanya yang selalu saja dilalui dengan gerimis ataupun hujan yang cukup deras. Senja kali ini cukup mengagumkan. Guratan siluetnya begitu mempesona dan membuat saya tertarik untuk meng-caputure-nya.
Selang beberapa menit saya mendapatkan sebuah pesan singkat dari seorang teman. Pesan singkat yang berhasil mengulas senyum di wajah saya seketika itu pula.
Skenario kita berjalan lancar, lelaki itu sewot dan benar-benar ngamuk.
Lab fakultas. Di waktu yang tersisa.
Handphone saya berdering dengan ringtone musik canon peachbell. Sebuah instrument musik yang begitu unik bagi saya.
Mas, bagaiaman dengan blognya? Sudah Mas isi?
Saya hampir lupa bahwa hari itu adalah hari Kamis, hari di mana esoknya sang lelaki akan mendapatkan kejutan yang tidak biasa. Sesegera mungkin saya mendesain apa adanya blog yang sudah diamanahkan kepada saya, padahal saat itu pula lima menit lagi saya akan masuk kuliah jaringan. Perempuan itu meminta saya agar bisa menyelesaikannya secepat mungkin agar dia bisa bergerilya menghubungi para member kemudian.com untuk bisa ikut berpartisipasi dalam blog tersebut.
Bandung. Menjerat Malam
Malam semakin larut dan begitu menggoda untuk mendekap saya erat kemudian terlelap. Saat saya mulai terpejam ada sebentuk harap agar skenario itu segera berakhir dan ketika saya terbangun kembali semuanya telah berakhir.
Friday, December 12, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hoooorreee akhirnya berakhir juga. HOREEEEEEE HOREEEEEEE. *tanya kenapa saya begitu senang skenario akhirnya berakhir ^^
ReplyDeleteBy: -Kavellania-
to :mb.Wie
ReplyDeletedi balik semua skenario
ternyata ada yang terkuak di sela-drama ini
ada kisah nyata yang begitu manis
masih menghangatkan kalbu
si pencetus ide skenario dan si penerima kejutan skenario.
ahhh semoga apapun yang ada
semoga itu terbaik untuk si dia dan dia nya.
to :kiyo.. kamu penyuguh cerita termanis
dan peran kamu sepertinya begitu apik
hingga efek dramatisnya dapet dari semua ini
:)) keren pun salut lahh
Saya Kiki
thanks sekali lagi buat Om Takiyo
ReplyDelete